TOPIK 4_AKSI NYATA _ FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA

 

Topik 4 Pancasila Sebagai Fondasi Pendidikan Indonesia

01.01.2-T4-8. Aksi Nyata - Pancasila bagi Saya

Oleh : Fajar Hidayat (039223338)


Pertanyaan :

Mahasiswa membuat sebuah tulisan reflektif dalam bentuk artikel atau jurnal untuk menguatkan pemahaman tentang Pancasila sebagai Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia dan perwujudan Profil Pelajar Pancasila pada Pendidikan yang Berpihak pada Peserta Didik dalam Pendidikan Abad ke-21 dengan mengacu pada panduan berikut:

1.      Mahasiswa mengobservasi secara kritis apa tantangan menghayati Pancasila sebagai Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia dan perwujudan Profil Pelajar Pancasila pada Pendidikan yang Berpihak pada Peserta Didik dalam Pendidikan Abad ke-21.

2.      Mahasiswa menuliskan secara kritis bagaimana Pancasila sebagai Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia dan perwujudan Profil Pelajar Pancasila pada Pendidikan yang Berpihak pada Peserta Didik dalam Pendidikan Abad ke-21 di ekosistem sekolah (kelas).

 

 

 

 

 

 

Jawaban :

1). Pancasila Sebagai Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia

            Pancasila sebagai entitas bangsa Indonesia memiliki makna bahwa pancasila adalah sesuatu gagasan yang berbeda dengan gagasan lain karena merupakan gagasan dan pemikiran yang dikemukakan oleh bangsa Indonesia. Pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia memiliki makna bahwa sila-sila yang terkandung di Pancasila merupakan ciri khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan dalam penerapan di kehidupan sehari-hari. Sila-sila tersebut saling berhubungan dan tidak dapat dipsahkan.

Meskipun zaman telah berkembang pesat yaitu memasuki abad ke-21, penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari harus terus dilakukan. Hal ini dilakukan agar bangsa ndonesia tetap berada pada kaidahnya dan tidak kehilangan jati dirinya di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat ini. Salah satu contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yaitu penerapan Pancasila dalam sektor pendidikan yang saat ini diwujudkan dengan profil pelajar pancasila.

Tantangan yang Dihadapi

1. Kurangnya kesadaran peserta didik untuk mau berubah menjadi lebih baik lagi.

Fakta di lapangan memperlihatkan ada sebagian dari peserta didik yang lebih banyak bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka cenderung disibukkan dengan dunia mereka sendiri. Jadi untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada diri peserta didik maka diperlukan kesadaran peserta didik itu sendiri untuk berubah menjadi lebih baik.

2. Akses internet yang begitu luas.

Akses internet yang begitu luas sebenarnya selain memberikan efek positif juga dapat memberikan efek negatif. Peserta didik dapat mengakses internet yang dapat membuat mereka lebih mengenal apa yang disukai terutama mengenai kebiasaan budaya atau nilai-nilai bangsa lain dibanding dengan negara sendiri. Sehingga mereka kurang menjiwai dan menghayati setiap nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai entitas dan identitas diri bangsa Indonesia.

3. Lunturnya nilai-nilai karakteristik peserta didik akibat kurangnya pembiasaan dan pengarahan.

Peserta didik cenderung menunggu arahan dari guru baru mengerjakan sesuatu. Peserta didik perlu pembiasaan diri dalam menerapkan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

2). Profil Pelajar Pancasila

1.      Beriman dan bertaqwa kepada tuhan YME dan berakhlak mulia

2.      Mandiri

3.      Berkebhinekaan Global

4.      Bernalar Kritis

5.      Bergotong Royong

6.      Kreatif

Penerapan Profil Pelajar Pancasila

1. Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia

Membiasakan peserta didik untuk beribadah sesuai dengan agama masing-masing. Berdoa sebelum dan sesudah belajar. Membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) kepada guru dan sesama teman.

2. Berkebhinekaan Global

Memasukkan unsur-unsur kearifan lokal dalam pembelajaran. Contoh menganalisis kegiatan nelayan di tepi pantai dikaitkan dengan hukum Archimedes dan budaya lingkungan sekitarnya. Memperingati hari besar nasional seperti memakai baju adat saat Hari peringatan Sumpah Pemuda. Menghargai teman yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda atau daerah yang berbeda.

3. Bergotong Royong

Guru dan peserta didik melaksanakan pembelajaran dengan metode diskusi dan kerja kelompok untuk melatih kerja sama dan semangat gotong royong peserta didik. Kegiatan bersih lingkungan sekolah bersama-sama. Misalnya pada hari jumat diadakan jumat bersih untuk bergotong royong dalam membersihkan lingkungan sekolah.Guru memberikan tanggung jawab kepada peserta didik untuk menghias kelasnya masing-masing, dan peserta didik bergotong royong dalam menghias kelasnya. 

4. Mandiri

Guru memberikan tugas mandiri kepada peserta didik Sekolah memberikan wadah untuk mengasah kemandirian peserta didik melalui organisasi atau ekstrakurikuler. Peserta didik melatih kemandiriannya di rumah dengan mengerjakan PR.

5. Bernalar Kritis

Guru memberikan tugas kepada peserta didik yang mampu mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik. Misalnya meminta pendapat peserta didik terkait kejadian nyata yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari. Guru dan peserta didik melaksanakan pembelajaran yang mampu mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik. Misalnya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.

6. Kreatif

Guru memberikan tugas kepada peserta didik yang mampu mengasah kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Misalnya meminta peserta didik untuk membuat mind map, peta konsep, atau poster terkait tugas mereka. Guru memberikan suatu persoalan kepada peserta didik sehingga peserta didik bisa dengan kreatif menyelesaikan persoalan tersebut. Guru memberikan kebebasan pada peserta didik untuk memilih tugas proyek yang ingin dikerjakannya sehingga dapat meningkatkan kreativitas peserta didik.

 

 

 

 

 

 

DOKUMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH MITRA

Gambar 1 : Peserta didik diberi kebebasan mempresentasikan hasil tugasnya (Kreatif)

Gambar 2 : Peserta didik mengerjakan tugas dari guru (Mandiri)

Gambar 3 : Peserta didik memberikan pendapatnya (Bernalar Kritis)

Gambar 4 : Peserta didik melaksanakan diskusi ( Bergotong-royong )

 

Komentar